Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts
Wednesday, February 23, 2011
Susu Kedelai Peninggi Tubuh
Ternyata kedelai itu banyak lho manfaatnya, artikel ini kudapat dari suaramerdeka.com. UMUMNYA sebagian orang mengidamkan tubuh yang tinggi dan langsing. Cara-cara dengan biaya mahal pun rela ditempuh untuk mewujudkannya. Padahal ada langkah lain yang lebih mudah, praktis dengan biaya lebih terjangkau.
Konsumsi kedelai salah satunya. Jenis kacang yang satu ini selain kaya manfaat juga murah. Kedelai memiliki banyak protein nabati yang mengandung 22 asam amino untuk pencegahan berbagai penyakit. Karena sedikit mengandung lemak, kedelai sangat baik dan dianjurkan untuk diet.
Kedelai biasa diolah menjadi susu dan terasa gurih ketika dikonsumsi. Di situlah salah satu kekhasannya. Selain menyehatkan, susu kedelai berfungsi menambah tinggi badan serta menurunkan lemak dalam tubuh.
Kedelai yang rendah lemak, tinggi protein, baik untuk membangun otot tubuh. Kedelai menguatkan tulang karena banyak mengandung vitamin D serta kalsium. Selain itu, kedelai yang diolah menjadi susu mengandung isoflavon yang mirip dengan hormon estrogen.
Isoflavon dalam kedelai berupa geinistein dan berfungsi sebagai anti kanker payudara sekaligus mencegah diabetes serta menguatkan matriks tulang.
Protein dalam kedelai mampu merangsang kelenjar pituitary untuk mensekresi HGH (Human Growth Hormon). Banyak yang menganggap bahwa pertumbuhan tinggi badan seseorang berhenti pada usia 17-18. Bukan berhenti, namun kelenjar pituitary mengurangi sekresi HGH sampai 50%. Sehingga jika ada usaha, tubuh masih dapat tumbuh tinggi meskipun tak seperti usia di bawah 17 tahun.
Tak cukup hanya mengonsumsi olahan kedelai, untuk memperoleh hasil maksimal, harus didukung pula dengan olahraga teratur.
Susu kedelai sebenarnya tak kalah dengan susu sapi. Meski kalsium susu kedelai tak sebanyak susu sapi, mutu proteinnya nyaris sama. Mengonsumsi kedelai yang diolah menjadi susu sebanyak dua gelas sehari, telah mencukupi kebutuhan protein tubuh. Perbandingan protein dan lemak dalam kedelai ialah 2,8g:1,5g.
Perlu diketahui, susu kedelai hanya dapat bertahan lama bila disimpan dalam lemari pendingin. Kedelai mengandung sedikit methione dibanding makanan lain sejenis. Methione merupakan sejenis asam amino yang dapat menyebabkan kehilangan banyak kalsium dalam tubuh.
Meskipun demikian, susu kedelai dianjurkan dikonsumsi mereka yang menjalani diet. Kedelai sangat rendah lemak, berbeda dengan susu sapi yang tinggi lemak.
Saturday, February 6, 2010
Dahlan Iskan: Susu Sapi Bukan Untuk Manusia

Tidak ada makhluk di dunia ini yang ketika sudah dewasa masih minum susu -kecuali manusia. Lihatlah sapi, kambing, kerbau, atau apa pun: begitu sudah tidak anak-anak lagi tidak akan minum susu. Mengapa manusia seperti menyalahi perilaku yang alami seperti itu?
“Itu gara-gara pabrik susu yang terus mengiklankan produknya,” ujar Prof Dr Hiromi Shinya, penulis buku yang sangat laris: The Miracle of Enzyme (Keajaiban Enzim) yang sudah terbit dalam bahasa Indonesia dengan judul yang sama. Padahal, katanya, susu sapi adalah makanan/minuman paling buruk untuk manusia. Manusia seharusnya hanya minum susu manusia. Sebagaimana anak sapi yang juga hanya minum susu sapi. Mana ada anak sapi minum susu manusia, katanya.
Mengapa susu paling jelek untuk manusia? Bahkan, katanya, bisa menjadi penyebab osteoporosis? Jawabnya: karena susu itu benda cair sehingga ketika masuk mulut langsung mengalir ke kerongkongan. Tidak sempat berinteraksi dengan enzim yang diproduksi mulut kita. Akibat tidak bercampur enzim, tugas usus semakin berat. Begitu sampai di usus, susu tersebut langsung menggumpal dan sulit sekali dicerna. Untuk bisa mencernanya, tubuh terpaksa mengeluarkan cadangan “enzim induk” yang seharusnya lebih baik dihemat. Enzim induk itu mestinya untuk pertumbuhan tubuh, termasuk pertumbuhan tulang. Namun, karena enzim induk terlalu banyak dipakai untuk membantu mencerna susu, peminum susu akan lebih mudah terkena osteoporosis.
Profesor Hiromi tentu tidak hanya mencari sensasi. Dia ahli usus terkemuka di dunia. Dialah dokter pertama di dunia yang melakukan operasi polip dan tumor di usus tanpa harus membedah perut. Dia kini sudah berumur 70 tahun. Berarti dia sudah sangat berpengalaman menjalani praktik kedokteran. Dia sudah memeriksa keadaan usus bagian dalam lebih dari 300.000 manusia Amerika dan Jepang. Dia memang orang Amerika kelahiran Jepang yang selama karirnya sebagai dokter terus mondar-mandir di antara dua negara itu.
Setiap memeriksa usus pasiennya, Prof Hiromi sekalian melakukan penelitian. Yakni, untuk mengetahui kaitan wujud dalamnya usus dengan kebiasaan makan dan minum pasiennya. Dia menjadi hafal pasien yang ususnya berantakan pasti yang makan atau minumnya tidak bermutu. Dan, yang dia sebut tidak bermutu itu antara lain susu dan daging.
Dia melihat alangkah mengerikannya bentuk usus orang yang biasa makan makanan/minuman yang “jelek”: benjol-benjol, luka-luka, bisul-bisul, bercak-bercak hitam, dan menyempit di sana-sini seperti diikat dengan karet gelang.. Jelek di situ berarti tidak memenuhi syarat yang diinginkan usus. Sedangkan usus orang yang makanannya sehat/baik, digambarkannya sangat bagus, bintik-bintik rata, kemerahan, dan segar.
Karena tugas usus adalah menyerap makanan, tugas itu tidak bisa dia lakukan kalau makanan yang masuk tidak memenuhi syarat si usus. Bukan saja ususnya kecapean, juga sari makanan yang diserap pun tidak banyak. Akibatnya, pertumbuhan sel-sel tubuh kurang baik, daya tahan tubuh sangat jelek, sel radikal bebas bermunculan, penyakit timbul, dan kulit cepat menua. Bahkan, makanan yang tidak berserat seperti daging, bisa menyisakan kotoran yang menempel di dinding usus: menjadi tinja stagnan yang kemudian membusuk dan menimbulkan penyakit lagi.
Karena itu, Prof Hiromi tidak merekomendasikan daging sebagai makanan. Dia hanya menganjurkan makan daging itu cukup 15 persen dari seluruh makanan yang masuk ke perut.
Dia mengambil contoh yang sangat menarik, meski di bagian ini saya rasa, keilmiahannya kurang bisa dipertanggungjawabk an. Misalnya, dia minta kita menyadari berapakah jumlah gigi taring kita, yang tugasnya mengoyak-ngoyak makanan seperti daging: hanya 15 persen dari seluruh gigi kita. Itu berarti bahwa alam hanya menyediakan infrastruktur untuk makan daging 15 persen dari seluruh makanan yang kita perlukan.
Dia juga menyebut contoh harimau yang hanya makan daging. Larinya memang kencang, tapi hanya untuk menit-menit awal.. Ketika diajak “lomba lari” oleh mangsanya, harimau akan cepat kehabisan tenaga. Berbeda dengan kuda yang tidak makan daging. Ketahanan larinya lebih hebat.
Di samping pemilihan makanan, Prof Hiromi mempersoalkan cara makan. Makanan itu, katanya, harus dikunyah minimal 30 kali. Bahkan, untuk makanan yang agak keras harus sampai 70 kali. Bukan saja bisa lebih lembut, yang lebih penting agar di mulut makanan bisa bercampur dengan enzim secara sempurna. Demikian juga kebiasaan minum setelah makan bukanlah kebiasaan yang baik. Minum itu, tulisnya, sebaiknya setengah jam sebelum makan. Agar air sudah sempat diserap usus lebih dulu.
Bagaimana kalau makanannya seret masuk tenggorokan? Nah, ini dia, ketahuan. Berarti mengunyahnya kurang dari 30 kali! Dia juga menganjurkan agar setelah makan sebaiknya jangan tidur sebelum empat atau lima jam kemudian. Tidur itu, tulisnya, harus dalam keadaan perut kosong. Kalau semua teorinya diterapkan, orang bukan saja lebih sehat, tapi juga panjang umur, awet muda, dan tidak akan gembrot.
Yang paling mendasar dari teorinya adalah: setiap tubuh manusia sudah diberi “modal” oleh alam bernama enzim-induk dalam jumlah tertentu yang tersimpan di dalam “lumbung enzim-induk” . Enzim-induk ini setiap hari dikeluarkan dari “lumbung”-nya untuk diubah menjadi berbagai macam enzim sesuai keperluan hari itu. Semakin jelek kualitas makanan yang masuk ke perut, semakin boros menguras lumbung enzim-induk. Mati, menurut dia, adalah habisnya enzim di lumbung masing-masing.
Maka untuk bisa berumur panjang, awet muda, tidak pernah sakit, dan langsing haruslah menghemat enzim-induk itu. Bahkan, kalau bisa ditambah dengan cara selalu makan makanan segar. Ada yang menarik dalam hal makanan segar ini. Semua makanan (mentah maupun yang sudah dimasak) yang sudah lama terkena udara akan mengalami oksidasi. Dia memberi contoh besi yang kalau lama dibiarkan di udara terbuka mengalami karatan. Bahan makanan pun demikian.
Apalagi kalau makanan itu digoreng dengan minyak. Minyaknya sendiri sudah persoalan, apalagi kalau minyak itu sudah teroksidasi. Karena itu, kalau makan makanan yang digoreng saja sudah kurang baik, akan lebih parah kalau makanan itu sudah lama dibiarkan di udara terbuka. Minyak yang oksidasi, katanya, sangat bahaya bagi usus. Maksudnya, mengolah makanan seperti itu memerlukan enzim yang banyak.
Apa saja makanan yang direkomendasikan? Sayur, biji-bijian, dan buah. Jangan terlalu banyak makan makanan yang berprotein. Protein yang melebihi keperluan tubuh ternyata tidak bisa disimpan. Protein itu harus dibuang. Membuangnya pun memerlukan kekuatan yang ujung-ujungnya juga berasal dari lumbung enzim. Untuk apa makan berlebih kalau untuk mengolah makanan itu harus menguras enzim dan untuk membuang kelebihannya juga harus menguras lumbung enzim.
Prof Hiromi sendiri secara konsekuen menjalani prinsip hidup seperti itu dengan sungguh-sungguh. Hasilnya, umurnya sudah 70 tahun, tapi belum pernah sakit. Penampilannya seperti 15 tahun lebih muda. Tentu sesekali dia juga makan makanan yang di luar itu. Sebab, sesekali saja tidak apa-apa. Menurunnya kualitas usus terjadi karena makanan “jelek” itu masuk ke dalamnya secara terus-menerus atau terlalu sering.
Terhadap pasiennya, Prof Hiromi juga menerapkan “pengobatan” seperti itu.. Pasien-pasien penyakit usus, termasuk kanker usus, banyak dia selesaikan dengan “pengobatan” alamiah tersebut. Pasiennya yang sudah gawat dia minta mengikuti cara hidup sehat seperti itu dan hasilnya sangat memuaskan. Dokter, katanya, banyak melihat pasien hanya dari satu sisi di bidang sakitnya itu. Jarang dokter yang mau melihatnya melalui sistem tubuh secara keseluruhan. Dokter jantung hanya fokus ke jantung. Padahal, penyebab pokoknya bisa jadi justru di usus. Demikian juga dokter-dokter spesialis lain. Pendidikan dokter spesialislah yang menghancurkan ilmu kedokteran yang sesungguhnya.
Saya mencoba mengikuti saran buku ini sebulan terakhir ini. Tapi, baru bisa 50 persennya. Entah, persentase itu akan bisa naik atau justru turun lagi sebulan ke depan.
Yang menggembirakan dari buku Prof Hiromi ini adalah: orang itu harus makan makanan yang enak.. Dengan makan enak, hatinya senang. Kalau hatinya sudah senang dan pikirannya gembira, terjadilah mekanisme dalam tubuh yang bisa membuat enzim-induk bertambah. Nah….. gan pei!
Susu Kedelai Melilea Bebas Melamin

Susu Kedelai Bubuk Melilea Organik (MELILEA Organic Soybean Powder)adalah produk organik yang bebas dari pencemaran apaun. Sehubungan dengan maraknya produk susu dari China yang ternyata mengandung bahan tambahan MELAMIN, maka Melilea juga tidak tinggal diam. Walaupun memang Melilea tidak mengandung melamin, tetapi dalam rangka menjaga kredibilitas dan meyakinkan kepada khalayak ramai.
Pada tanggal 29 September 2008 lalu telah dilakukan uji laboratorium oleh SETSCO Services Pte Ltd (www.setsco.com) – sebuah perusahaan penguji dan peneliti terbesar di Singapore. Hasil uji lab tersebut telah diumumkan dengan sertifikat – BEBAS MELAMINE – pada tanggal 3 Oktober 2008 lalu.
Subscribe to:
Posts (Atom)
PRODUK MAKANAN & MINUMAN MELILEA
CARA ORDER
Cara Membeli / ORDER Produk Melilea :
1. Melalui SMS
- Cukup SMS ke nomor 081 9019 51140 (Lisa) atau kirim melalui e-mail : mostpalic@gmail.com
- Sebutkan Nama Produk & Jumlah yang akan dibeli, beserta alamat pengiriman produk yang Lengkap dan Jelas.
- Kami akan balas SMS anda, nilai yang harus ditransfer
- Transfer ke rekening :
- Bank BNI No. Rek.0027942601 a/n Mostpalica Ardhati atau
- Bank MANDIRI No. Rek. 136 00 05645970 a/n Afiat Sadida
- Setelah anda transfer mohon konfirmasi melalui telp/sms ke nomor 081901951140 agar order produk segera kami proses.
- Simpan bukti pembayaran anda, agar sewaktu-waktu ada masalah bisa dijadikan dasar untuk komplain.
- Ongkos kirim daerah Semarang Rp. 10.000,-;
- Ongkos kirim ke seluruh Indonesia Rp. 30.000,- ; untuk order diatas 1 juta, ongkos kirim Rp. 15.000,- ; untuk order di atas 2 juta FREE ongkos kirim.
2. Untuk anda yang berada di wilayah Semarang Selatan bisa langsung saya antar atau anda langsung membeli Produk Melilea di tempat saya, dengan alamat:
LARASATI ComputerJl. Taman Durian 2 no. 2 Lamper KidulSEMARANG SELATAN

